Thursday, September 20, 2007

Sengigi July 2005


Matahari masih berani
Aku duduk diam sendiri di atas pasir Sengigi
aku tahu itu salah

anganku kulepas tanpa kendali
berangan, berandai,
kuijinkan mengaduk segala rasa
senang, riang, sesal, sesak

Kupanggil Tuhan
kuajak bercakap
tentang kenapa dan kenapa
kutawar dan kupinta

Kutatap ke depan
matahari telah siap ke peraduan

Tuhan, masih bolehkan aku terus menawar?


No comments: