Matahari masih berani
Aku duduk diam sendiri di atas pasir Sengigi
aku tahu itu salah
anganku kulepas tanpa kendali
berangan, berandai,
kuijinkan mengaduk segala rasa
senang, riang, sesal, sesak
Kupanggil Tuhan
kuajak bercakap
tentang kenapa dan kenapa
kutawar dan kupinta
Kutatap ke depan
matahari telah siap ke peraduan
Tuhan, masih bolehkan aku terus menawar?

No comments:
Post a Comment