Thursday, September 20, 2007

Pasar Kota Jayapura

Tirai kesilauan telah turun
keriuhan mulai muncul
semakin gaduh
mengundang kakiku melangkah
senyum di bibirku merekah
menyaksikan kemeriahanmu dalam segala kesederhanaan
hijau segar daun singkong dan kangkung
putih kehijaunnya bunga pepaya
ubi, singkong, dan talas
membuatku rindu pulang

Jayapura, 31 Juli 2006

Rindu

Hampir tengah malam
mataku tak mau terpejam
ada rindu yang menyesak
ada angan yang menyentak
dimana engkau?

Kusibukkan diriku dengan tumpukan kertas
kulipat-lipat diriku menepis bayangmu
mengapa dalam kejauhanmu
kau tak henti menggangguku?

Kupaksa baringkan tubuhku
kupejamkan mataku
kusembunyikan diriku dalam selimut
kuusir bayangmu.

Please, aku mau istirahat.
Ini sudah jam 2:30.

Hotel Yasmin Jayapura, 31 Juli 2006 

Timika Airport

Aku terkoyak di bayangku sendiri
anganku ikut meranggas
dalam hiruk pikuk suara
kulit legam dan keriting rambutmu
di balik kawat kandang ayam yang menjadi dindingmu.

Aku terjebak dalam khayal
lalu merintih dalam angkara
"Mengapa tega?"

30 Juli, 2006

Merapi - Merbabu

Kutatap Merapi-Merbabu dari kejauhan
berdampingan dalam diam
apa yang kalian simpan di diammu?
teduhkah?

Biarlah rukunmu menginspirasi
biarlah bijakmu meneladani
dan ijinkanlah
kusimpan rahasia hatiku
dalam gelora diammu


Agustus 4,  2006

Pasir Putih Manokwari

Seorang anak kecil mengajar adiknya
mengayuh kano
menantang laut terbentang luas
di terang matahari yang telah sedikit lelah

aku salut kepadamu pahlawan kecil
yang berani mengajarkan kehidupan
pada usiamu yang dini
tanpa banyak kata
tanpa banyak teori

Pantai pasir putih di Manokwari
membangunkan jiwaku
dan menginterogasi anganku
tentang apa yang sudah aku ajarkan 
menyangkut hajat hidup anak-anak generasi bangsaku

Manokwari, Oktober 2005

Aank Negeriku

Di balik kaca mata hitamku
kutatap perahu klotok di air coklat
sarat
berat
Punggungku membasah terpanggang terik matahari katulistiwa
seorang anak kecil menatapku
badannnya legam, kokoh
tangannya terulur
meminta sedekah
"Sudah 2 hari tak makan," katanya lirih
aku memejamkan mata sesaat
mengingat anakku di rumah
ah...
anak-anak negeriku

Pontianak, Feb 6, 2006

Cinta Mati

dalam redum alam
dan desau nyiur di ujung senja
aku kehilangan arah
ditelan riuhnya nostalgi
gerimis kecil turut mencipta nuansa
dan hatikupun bergemuruh
wajahkau memerah
ujung bibirku tertarik kesudut
mataku buta
penuh bunga
aku kehilangan arah
dalam ahngat cinta mati

Denpasar - Feb 2006